Example floating
Example floating
Example 728x250
News Update

BREAKING NEWS | INTELKRIMINAL.CO.ID Menteri LH Tinjau Pelalawan, APP Group Perkuat Sinergi Tata Kelola Gambut untuk Cegah Karhutla di Riau

8
×

BREAKING NEWS | INTELKRIMINAL.CO.ID Menteri LH Tinjau Pelalawan, APP Group Perkuat Sinergi Tata Kelola Gambut untuk Cegah Karhutla di Riau

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PELALAWAN, RIAU – Komitmen dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. APP Group melalui unit usahanya, PT Arara Abadi dan PT Satria Perkasa Agung (SPA), menunjukkan dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam pengelolaan tata air gambut sebagai langkah strategis pencegahan karhutla di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Upaya tersebut mendapat perhatian langsung dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Jumhur Hidayat, yang melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah lokasi pengelolaan gambut dan infrastruktur pengendalian karhutla, Kamis (18/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau melalui berbagai langkah mitigasi, seperti pembasahan lahan gambut, pembangunan sekat kanal, pemantauan tinggi muka air tanah, serta pelibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam keterangannya, Menteri Jumhur Hidayat menegaskan bahwa lahan gambut memiliki karakteristik yang rentan terbakar apabila tidak dikelola dengan baik.

“Kita memiliki banyak wilayah bergambut di Indonesia. Jika lahan gambut tidak terus dijaga kelembapannya dan terpapar panas secara terus-menerus, maka sangat berpotensi menimbulkan kebakaran. Karena itu, upaya menjaga ketersediaan air melalui pembangunan sekat kanal dan pengelolaan tata air merupakan langkah penting dalam mitigasi karhutla,” ujar Jumhur.

Ia menambahkan bahwa gerakan bersama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga kawasan gambut tetap basah merupakan salah satu solusi efektif untuk mengurangi risiko kebakaran lahan yang setiap tahun menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Selama kunjungan kerja, Menteri LH/Kepala BPLH meninjau sejumlah titik strategis, mulai dari Desa Pangkalan Terap, kawasan operasional PT Arara Abadi Distrik Merawang, Desa Pulau Muda di Parit Sri Mawar, hingga Pulau Mendol. Di lokasi-lokasi tersebut, rombongan memperoleh penjelasan mengenai sistem pengelolaan air gambut, konsep water sharing, pembangunan sekat kanal, pemantauan tinggi muka air tanah, serta kesiapan sarana dan prasarana pengendalian karhutla.

Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata, menyampaikan bahwa pencegahan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan pemadaman saat kebakaran terjadi, tetapi harus dimulai dari penguatan sistem pengelolaan lingkungan yang terintegrasi.

“Pencegahan karhutla harus dilakukan jauh sebelum muncul titik api. Kami mendukung langkah pemerintah melalui penguatan tata kelola air gambut, pembangunan sekat kanal, pembasahan lahan, pemanfaatan teknologi pemantauan, hingga pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi yang berbasis data, teknologi, dan kesiapan lapangan menjadi kunci menjaga ekosistem gambut tetap basah dan aman dari ancaman kebakaran,” jelas Suhendra.

Sebagai bentuk dukungan nyata, PT Arara Abadi telah membangun dan mendukung pengoperasian 13 sekat kanal di Desa Pangkalan Terap. Dari jumlah tersebut, lima sekat kanal dibangun atas permintaan KLH/BPLH, sementara delapan lainnya merupakan inisiatif perusahaan dalam memperkuat sistem tata air gambut.

Sementara di Desa Pulau Muda, PT Arara Abadi bersama PT Satria Perkasa Agung mendukung pembangunan enam sekat kanal serta kegiatan normalisasi atau cuci parit sepanjang 900 meter. Dukungan tersebut meliputi pembiayaan, tenaga teknis, supervisi, dan operasional lapangan guna menjaga kelembapan lahan gambut secara optimal.

Di Pulau Mendol, perusahaan juga berkontribusi dalam pembangunan sekat kanal lengkap dengan pintu pengatur aliran air (canal blocking), yang berfungsi mempertahankan ketersediaan air pada kawasan gambut sehingga risiko kebakaran dapat ditekan secara maksimal.

Selain pembangunan infrastruktur, APP Group juga menerapkan sistem pemantauan tinggi muka air tanah (TMAT) di seluruh area operasional PT Arara Abadi. Sistem ini menjadi bagian dari manajemen tata air perusahaan yang mencakup pemantauan water level, water table, tingkat penurunan permukaan tanah (subsidence), hingga pemanfaatan Fire Danger Rating System untuk mendeteksi dan memitigasi potensi kebakaran sejak dini.

“Pengelolaan gambut membutuhkan kedisiplinan dan pengawasan yang berkelanjutan. Intervensi fisik seperti sekat kanal dan pembasahan lahan harus berjalan seiring dengan pemantauan yang konsisten, kesiapan personel, serta keterlibatan masyarakat. Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkesinambungan,” tambah Suhendra.

Di sisi lain, APP Group juga terus memperkuat peran masyarakat melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA). Program tersebut mendorong keterlibatan aktif warga dalam pencegahan kebakaran, peningkatan kesadaran lingkungan, serta pengembangan alternatif ekonomi berbasis potensi desa.

Melalui pendekatan Integrated Fire Management, APP Group menempatkan aspek pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, dan respons cepat sebagai satu kesatuan strategi pengendalian karhutla. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam Sustainability Roadmap Vision 2030 yang menitikberatkan pada perlindungan lingkungan, pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab, serta kolaborasi multipihak untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan.

(Redaksi | Intelkriminal.co.id)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *