Solok,Intelkriminal.co.id //
Pada Jumat (12/9/2025), Tim Media M. Harris bersama Dandramil 10/Lembah Gumanti Kapten Inf Adrianto, Batuud Koramil 10/Lembah Gumanti Serka Ajis Hartim, serta Babinsa Koramil 10 Serda Algozi melakukan silaturahmi ke Koperasi Serba Usaha Ekonomi Desa (KSU-ED) Tabek, Nagari Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua Koperasi, Yenimra, beserta para anggota. Dalam kesempatan itu, Yenimra menceritakan perjalanan KSU-ED yang berdiri sejak tahun 2000, berawal dari kelompok masyarakat Desa IDT (Inpres Desa Tertinggal) yang mengelola UD Simpan Pinjam. Dengan modal awal Rp2,1 juta, kini koperasi telah berkembang pesat dengan modal mencapai Rp150 juta per 2025.
“Alhamdulillah, sekarang koperasi sudah mampu memberikan pinjaman kepada anggota dengan nominal Rp150 juta hingga Rp500 juta,” ungkap Yenimra.
Selain bergerak di bidang simpan pinjam, koperasi ini juga menghasilkan produk unggulan seperti gula aren, gula semut, dan air nira. Bahkan, mereka telah mendirikan Rumah Pintar sebagai pusat edukasi masyarakat mengenai pengolahan hasil bumi dan karya lokal. Rumah Pintar ini diprakarsai oleh Kasri pada tahun 2018, dan sejak itu menjadi tempat diskusi masyarakat.
“Rumah Pintar ini pernah dikunjungi tamu dari mancanegara, bahkan artis papan atas. Di sinilah cikal bakal lahirnya konsep Kampung Edu Eko Wisata. Harapan kami, generasi muda dan masyarakat bisa mempromosikan hasil bumi dan budaya Tabek. Namun sayangnya, hingga kini belum ada perhatian serius dari Pemda, baik dalam pembinaan maupun infrastruktur. Kami berharap ada dukungan dana untuk pengembangan Rumah Pintar ini,” jelas Kasri.
Lebih lanjut, Kasri menyebutkan bahwa ke depan pihaknya juga merencanakan pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar jenis dexlite.
Menanggapi hal itu, Dandramil Kapten Inf Adrianto menyampaikan apresiasi atas upaya masyarakat. Ia menegaskan TNI siap mendukung agar koperasi dapat berkembang lebih pesat.
“Untuk tahap awal, kita bisa memasarkan produk-produk koperasi seperti gula aren, gula semut, dan air nira ke homestay, villa, maupun kafe di sekitar Alahan Panjang. Nanti kita coba bantu lewat jaringan yang ada, sehingga produksi koperasi bisa semakin meningkat,” kata Adrianto.
Semangat tersebut disambut antusias oleh Ketua Koperasi dan anggota. Mereka berharap langkah nyata pemerintah dan stakeholder terkait dapat membantu pengembangan koperasi dan Rumah Pintar, sehingga mampu mendorong perekonomian masyarakat tanpa merusak alam sekaligus mendukung pariwisata lokal.
Produk khas masyarakat Tabek ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Alahan Panjang serta menambah nilai ekonomi bagi warga setempat.


















