Agam, Sumatera Barat — Telah terjadi peristiwa dugaan perusakan sebuah rumah milik warga bernama Jawanis di Jorong Lurah Dalam, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Jumat malam, 15 Mei 2026 sekitar pukul 21.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh empat orang pelaku masing-masing berinisial Umi, Joari, Imun, dan Baenah yang disebut berasal dari suku Tanjung. Keempatnya diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan dengan salah seorang tokoh adat setempat, yakni Dt. Pangulu Alam.
Menurut keterangan sementara yang diperoleh media, kejadian ini berawal dari adanya pertengkaran antara Jawanis dengan suaminya beberapa waktu sebelumnya. Setelah pertengkaran tersebut terjadi, suami Jawanis dikabarkan pergi meninggalkan rumah menuju kediaman saudaranya di Jorong Muaro untuk menenangkan diri.
Namun beberapa waktu kemudian, saat suami Jawanis kembali pulang ke rumah di Jorong Lurah Dalam, situasi justru memanas. Rumah tersebut diduga dilempari batu oleh empat orang pelaku hingga menyebabkan kerusakan parah pada bagian rumah.
Akibat kejadian itu, Jawanis bersama anaknya disebut mengalami trauma mendalam atas peristiwa yang terjadi di depan tempat tinggal mereka.

Armen Syah, anak dari pemilik rumah, menyampaikan bahwa rumah tersebut merupakan peninggalan almarhum ayahnya, Wahab, yang merupakan pusako randah hasil jerih payah keluarga.
> “Rumah itu adalah rumah ayah kami almarhum Wahab, pusako randah hasil buatan beliau sendiri,” ungkap Armen Syah kepada media.
Peristiwa ini menuai perhatian masyarakat setempat. Sejumlah pihak menilai bahwa apa pun alasan yang melatarbelakangi persoalan tersebut, tindakan perusakan rumah warga tidak dapat dibenarkan dan berpotensi masuk dalam ranah pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih terus mengumpulkan bukti-bukti tambahan serta keterangan dari berbagai sumber guna mengetahui secara pasti kronologi lengkap dan perkembangan penanganan kasus tersebut.
N/b : Ibrahim
Redaksi : Intelkriminal.co.id


















Sedih sekali rasanya, Kenapa sejahat itu.. Rumah kami di buat seperti itu, rumah itu di buat dengan jerih payahnya, dan bantuan dari orang baik, sekarang di buat seperti itu, dimana kami akan tinggal?itu hanya rumah kayu dan triplek, kenapa kalian bisa setega itu?
Saya sangat sedih dan marah atas kejadian ini. Persoalan hanyalah masalah rumah tangga antara pihak suami dan istri. Apa pun alasannya, tidak ada yang berhak merusak rumah orang lain. Bayangkan rumah itu dibangun dengan susah payah, bukan untuk dihancurkan karena emosi sesaat. Yang rusak bukan cuma rumah nya saja, tapi juga rasa aman dan ketenangan keluarga yang tinggal di dalamnya. Semoga pihak yang bertanggung jawab mendapat sanksi yang setimpal sesuai aturan yang berlaku.
Harus di tangkap orang yg 4 orang itu.
Ngk punya otak main hakim sendiri . Padahal itu masalah rumah tangga dan kenapa rumah tersebut menjadi sasaran,
Kepada perangkat kampung niniak mamak, nagari tolong bertindak adil di daerah tersebut
Harus di pertangung jawaban
Dan suami yg sekarang itu juga tingkah laku nya tidak wajar dan kasar
Usir suami nya bukan hancurkan rumah nya
Tidak ada otak kalian