Example floating
Example floating
Example 728x250
News Update

BREAKING NEWS | INTELKRIMINAL.CO.ID 500 Warga PMPKKBSUSU Gelar Syukuran Penutupan Galian C di Bantaran Sungai Ular, Santuni 350 Anak Yatim

62
×

BREAKING NEWS | INTELKRIMINAL.CO.ID 500 Warga PMPKKBSUSU Gelar Syukuran Penutupan Galian C di Bantaran Sungai Ular, Santuni 350 Anak Yatim

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DELI SERDANG – Rasa syukur atas berhasilnya penertiban aktivitas Galian C di bantaran Sungai Ular diwujudkan melalui pesta rakyat dan santunan anak yatim yang digelar oleh ratusan masyarakat yang tergabung dalam Perkumpulan Masyarakat Peduli Keutuhan dan Kelestarian Bantaran Sungai Ular Sumatera Utara (PMPKKBSUSU) bersama Satgas Elang Biru DPP Garpu NasDem, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Sempurna, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang tersebut dihadiri sekitar 500 warga dari lima kecamatan, yakni Kecamatan Pantai Labu, Beringin, Lubuk Pakam, Pagar Merbau, dan Galang.

Selain menggelar pesta rakyat sebagai bentuk rasa syukur, panitia juga memberikan santunan kepada 350 anak yatim yang bertepatan dengan momentum 10 Muharram 1448 Hijriah, yang dikenal sebagai hari penuh keberkahan bagi anak-anak yatim.

Keberhasilan penutupan aktivitas Galian C tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PMPKKBSUSU, Satgas Elang Biru DPP Garpu NasDem, DPC Papera Deli Serdang, Forkopimda Deli Serdang, aparat penegak hukum, Denpom Lubuk Pakam, serta Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) II Medan.

Selama beberapa bulan terakhir, berbagai pihak secara intensif melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang dinilai telah merusak bantaran Sungai Ular dan berpotensi menimbulkan bencana bagi masyarakat sekitar.

Masyarakat menilai aktivitas Galian C yang berlangsung selama bertahun-tahun telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius dan meningkatkan risiko banjir apabila tanggul atau bantaran sungai mengalami kerusakan lebih lanjut.

Kekhawatiran tersebut kemudian menjadi perhatian serius Forkopimda Deli Serdang yang bersama masyarakat melakukan langkah-langkah penertiban hingga akhirnya aktivitas Galian C di sepanjang bantaran Sungai Ular berhasil dihentikan secara menyeluruh.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan Bupati Deli Serdang melalui Kepala Dinas Sosial Yusnaldi, Kepala BBWSS II Medan Feriyanto Pawenrusi, ST., MT., jajaran Forkopimda, perwakilan Denpom I/1-3 Lubuk Pakam, perwakilan Kodim 0204/Deli Serdang, serta Ketua DPD Papera Sumatera Utara Suratman.

Sebelum memasuki lokasi acara, para tamu undangan disambut dengan pertunjukan seni budaya Reog Ponorogo dan Wayang Orang sebagai bentuk pelestarian budaya Jawa yang berkembang di wilayah tersebut. Para tamu juga menerima kalungan bunga sebagai bentuk penghormatan dari Ketua PMPKKBSUSU Naryo dan Dansatgas Elang Biru DPP Garpu NasDem, Jaiman Supnur alias Okky, yang juga merupakan penasihat PMPKKBSUSU.

Dalam sambutannya, Jaiman Supnur menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan perjuangan masyarakat dalam menjaga kelestarian Sungai Ular. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Forkopimda, aparat penegak hukum, dan masyarakat yang selama ini konsisten mengawal proses penertiban.

“Saya selaku penasihat PMPKKBSUSU dan Dansatgas Elang Biru DPP Garpu NasDem menggaransi bahwa saat ini tidak ada lagi aktivitas Galian C di bantaran Sungai Ular pada lima kecamatan tersebut. PMPKKBSUSU akan terus melakukan pengawasan agar aktivitas itu tidak kembali terjadi,” tegas Jaiman.

Sementara itu, Kepala BBWSS II Medan, Feriyanto Pawenrusi, mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat yang dinilainya sangat luar biasa.

“Seumur hidup saya baru kali ini disambut dengan pertunjukan Reog dan Wayang Orang serta dikalungi bunga sebagai bentuk penghormatan. Ini menunjukkan kuatnya kebersamaan masyarakat yang tergabung dalam PMPKKBSUSU,” ujarnya.

Feriyanto juga menegaskan bahwa BBWSS II Medan berkomitmen melakukan perbaikan terhadap bantaran Sungai Ular yang mengalami kerusakan akibat aktivitas pertambangan ilegal.

Menurutnya, terdapat sekitar 12 titik kerusakan bantaran sungai dengan panjang mencapai kurang lebih 40 kilometer yang telah masuk dalam program perbaikan secara bertahap pada tahun 2026 hingga 2027.

“Langkah masyarakat PMPKKBSUSU patut menjadi contoh bagi daerah lain. Kepedulian terhadap lingkungan seperti ini sangat penting untuk menjaga kelestarian sungai dan mencegah bencana di masa mendatang,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Deli Serdang Yusnaldi yang mewakili Bupati Deli Serdang menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Asri Ludin Tambunan tidak dapat hadir lantaran sedang mengikuti agenda pelantikan 76 kepala desa.

Meski demikian, Bupati disebut memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat PMPKKBSUSU yang telah menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan aktif berkolaborasi dengan pemerintah serta aparat penegak hukum dalam menutup aktivitas Galian C ilegal.

“Bupati sangat mengapresiasi keberanian dan kepedulian masyarakat yang terus memperjuangkan kelestarian lingkungan serta mendukung langkah-langkah penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan ilegal,” ungkap Yusnaldi.

Ia juga menegaskan bahwa pasca-penutupan, pengawasan terus dilakukan secara bersama-sama oleh Forkopimda dan masyarakat guna memastikan tidak ada lagi aktivitas Galian C yang beroperasi di kawasan tersebut.

Sebagai puncak acara, puluhan anak yatim menerima santunan berupa paket sembako dan bantuan uang tunai secara simbolis. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama menggunakan tradisi “ngeliwet”, di mana nasi dan lauk disajikan di atas daun pisang sebagai simbol kebersamaan, persatuan, dan rasa syukur masyarakat atas terjaganya kelestarian bantaran Sungai Ular.

(Tim)

Redaksi Intelkriminal.co.id

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *