BREAKING NEWS | Intelkriminal.co.id

Agam — Nikmat yang Allah SWT anugerahkan kepada hamba-Nya sungguh terasa begitu indah ketika hati mulai memahami arti sebuah syukur. Syukur bukan sekadar ucapan di lisan, namun kesadaran hati yang menghadirkan ketenangan jiwa, keikhlasan dalam amal, serta kekuatan dalam menapaki jalan dakwah.
Sebagaimana janji Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.”
(QS. Ibrahim: 7)

Dalam perjalanan dakwah yang penuh keberkahan ini, kebersamaan bersama para guru dan sahabat seperjuangan menjadi nikmat yang tak ternilai. Kiyai Samsul, sebagai guru dan pembimbing, telah menghadirkan pengalaman terindah dalam menapaki jalan kebaikan. Keteladanan, kesabaran, dan keikhlasan beliau menjadi sumber inspirasi dalam menguatkan langkah dakwah Illallah.
Sementara itu, Ustadz Ronny hadir sebagai penunjuk arah, mengingatkan bahwa tujuan akhir dari setiap amal dan pengorbanan adalah ridho Allah SWT dan surga-Nya. Nasihat dan bimbingan beliau menjadi penguat hati agar tetap istiqamah di jalan yang lurus.
Tak terpisahkan, Ustadz Ardi, sahabat karib sekaligus pejuang risalah Nabi Muhammad SAW, terus memberikan dukungan dan semangat dalam menyampaikan dakwah La ilaha illallah. Dengan kebersamaan dan ukhuwah yang terjaga, dakwah menjadi ladang amal yang penuh cinta dan keikhlasan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.”
(HR. Tirmidzi)
Kebersamaan dalam dakwah ini menjadi bukti bahwa dengan ridho Allah SWT, segala perjuangan akan terasa indah dan bermakna. Syukur yang terjaga akan melahirkan kekuatan iman, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan semangat untuk terus berbuat kebaikan.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, keberkahan, dan hidayah-Nya, serta menguatkan langkah-langkah dakwah ini hingga akhir hayat.
Barakallahu fiikum 🤲
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

















