Palupuh, Agam — Kabar mengejutkan datang dari Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Di tengah semangat gotong royong pasca bencana yang melanda wilayah tersebut pada November–Desember 2026, muncul dugaan penyelewengan bantuan yang membuat masyarakat geram.
Seperti diketahui, pasca bencana tersebut, ribuan bantuan dari berbagai pihak mengalir deras. Relawan dan masyarakat bahu-membahu bekerja siang dan malam, menyelamatkan korban serta menyalurkan bantuan berupa logistik dan uang kepada warga terdampak.
Namun, di balik kepedulian itu, muncul kabar miris. Diduga tidak semua bantuan sampai ke tangan masyarakat. Sebagian bantuan berupa beras justru dijual oleh oknum Perangkat Nagari.
Pengakuan Warga
Salah seorang warga berinisial JI mengungkapkan kepada awak media melalui sambungan telepon, WhatsApp, serta pertemuan langsung, bahwa dirinya pernah dihubungi oleh seorang Perangkat Nagari berinisial R pada awal bulan puasa 2026.
Dalam komunikasi tersebut, R menyampaikan adanya beras bantuan yang akan dijual. Disebutkan, hasil penjualan rencananya akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk membantu anak yatim.
Rincian Dugaan Penjualan
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, berikut rincian dugaan penjualan bantuan tersebut:
Jenis bantuan: Beras bantuan bencana
Berat per karung: 50 Kg
Jumlah: 20 karung
Total berat: 1.000 Kg (1 ton)
Harga jual: Rp9.000.000
Adapun dugaan keterlibatan pihak dalam penjualan ini antara lain oknum Perangkat Nagari bernama Raju bersama seorang Wali Jorong di wilayah Kampung Pasia.
Beras tersebut disebut-sebut diambil dari Kantor Wali Nagari Pasia Laweh, kemudian diangkut menggunakan kendaraan dan dibawa ke wilayah Bukittinggi untuk dijual.
Lebih lanjut, uang hasil penjualan sebesar Rp9.000.000 diduga diserahkan oleh seseorang berinisial IS kepada saudara Raju.
Sorotan Publik dan Tuntutan Transparansi
Kasus ini sontak menimbulkan kegemparan di tengah masyarakat Palupuh. Warga menilai, bantuan bencana seharusnya disalurkan sepenuhnya kepada korban, bukan diperjualbelikan dengan alasan apa pun.
Sejumlah tokoh masyarakat mendesak adanya penyelidikan menyeluruh oleh pihak berwenang guna memastikan kebenaran informasi tersebut, sekaligus menindak tegas oknum yang terlibat jika terbukti bersalah.
Harapan Masyarakat
Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan ini. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bantuan bencana dinilai sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi.
(Tim Redaksi | Intelkriminal.co.id)

















