Riau | Intelkriminal.co.id – Rabu,29 Juli 2026.
Upaya memperkuat pencegahan terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme berbasis kekerasan, dan terorisme terus dilakukan melalui kolaborasi antara aparat penegak hukum dan elemen masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan silaturahmi dan koordinasi yang dilaksanakan Satgaswil Riau Densus 88 Anti Teror (AT) Polri bersama Ketua Umum Aliansi Pejuang Tanah Melayu Riau, Dt. Alexander (Alex Cowboy), didampingi Humas organisasi Dt. M. Safi’i.
Dalam kegiatan tersebut, Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri diwakili oleh Brigadir Polisi Omes Wijaya, S.H., M.H. dan Briptu Leri Wilson, S.H. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan dialog konstruktif sebagai bentuk penguatan sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkokoh persatuan bangsa.
Fokus pembahasan diarahkan pada pentingnya deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Seluruh pihak sepakat bahwa pencegahan melalui edukasi, komunikasi, serta kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat merupakan langkah strategis dalam membangun ketahanan nasional dari tingkat akar rumput.
Ketua Umum Aliansi Pejuang Tanah Melayu Riau, Dt. Alexander (Alex Cowboy), menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya siap menjadi mitra strategis pemerintah dan Kepolisian Republik Indonesia dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
“Menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Persatuan, toleransi, dan kecintaan terhadap tanah air harus terus dipupuk agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terpengaruh oleh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” tegas Alex Cowboy.
Sementara itu, perwakilan Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri menyampaikan bahwa pendekatan soft approach melalui kemitraan dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, akademisi, serta kalangan pemuda menjadi salah satu strategi utama dalam memperkuat daya tangkal masyarakat terhadap ancaman ideologi kekerasan.
Melalui sinergi yang dibangun, diharapkan tercipta jaringan kerja sama yang semakin kuat antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sekaligus memperkokoh semangat persatuan di tengah keberagaman.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara institusi negara dan organisasi masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan Indonesia yang aman, damai, toleran, dan bermartabat. Dengan semangat gotong royong, Provinsi Riau diharapkan terus menjadi contoh daerah yang kondusif serta mampu memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Intelkriminal.co.id
“Tegas, Tajam, dan Terpercaya”
Reporter: Redaksi Intelkriminal.co.id

















