
BEKASI, JAWA BARAT — Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (GEMPA) menyampaikan kecaman tegas terkait dugaan penggunaan Surah Ad-Duha dalam materi promosi minuman beralkohol yang dikaitkan dengan rangkaian The Sounds Project Vol. 9.
GEMPA menilai persoalan tersebut menyentuh sensitivitas umat Islam dan berpotensi melukai kehormatan terhadap kitab suci Al-Qur’an.
“Al-Qur’an bukan bahan permainan, bukan alat promosi, dan bukan komoditas untuk meraih keuntungan.”
Dalam pernyataan sikapnya, GEMPA meminta pihak penyelenggara memberikan klarifikasi resmi dan terbuka mengenai materi promosi yang dipersoalkan.
GEMPA juga meminta agar materi promosi tersebut dihentikan dan ditarik apabila hasil klarifikasi maupun pemeriksaan membuktikan adanya penggunaan ayat Al-Qur’an yang tidak semestinya.
Selain itu, GEMPA mendesak aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan secara objektif, profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
GEMPA: Jangan Biarkan Berkembang Menjadi Konflik Sosial
GEMPA mengingatkan seluruh pihak agar tidak meremehkan keresahan masyarakat, khususnya umat Islam, namun tetap mengedepankan ketenangan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik sosial.
Menurut GEMPA, ketegasan aparat dalam menangani persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan aspek penegakan hukum, tetapi juga penting untuk menjaga ketertiban, keamanan, kerukunan, dan stabilitas masyarakat.
GEMPA menegaskan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan melalui jalur yang konstitusional dan sesuai hukum.
Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (GEMPA)
“Diam bukan pilihan ketika kehormatan agama diinjak.”
Intelkriminal.co.id — Tegas, Tajam, Berimbang.

















