Example floating
Example floating
Example 728x250
News Update

BREAKING NEWS | INTELKRIMINAL.CO.ID KETUA ARUN SUMBAR APRESIASI JUMAT KELILING DAN MINGGU KASIH POLRI, DINILAI PERKUAT KEPERCAYAAN PUBLIK DAN SEJALAN DENGAN ASTA CITA

48
×

BREAKING NEWS | INTELKRIMINAL.CO.ID KETUA ARUN SUMBAR APRESIASI JUMAT KELILING DAN MINGGU KASIH POLRI, DINILAI PERKUAT KEPERCAYAAN PUBLIK DAN SEJALAN DENGAN ASTA CITA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SUMATERA BARAT — Ketua Advokasi Rakyat untuk Nusantara (ARUN) Sumatera Barat, Mevrizal, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program Jumat Keliling dan Minggu Kasih yang dijalankan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Kedua program tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Mevrizal menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Dr. H. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si., C.I.R.R., beserta seluruh jajaran kepolisian, mulai dari tingkat Polda, Polres hingga Polsek di seluruh Indonesia.

Apresiasi secara khusus juga disampaikan kepada Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Drs. Jawari, S.H., M.H., beserta seluruh jajaran Polda Sumbar yang terus mendorong pendekatan pelayanan kepolisian melalui silaturahmi, kegiatan keagamaan, serta komunikasi langsung dengan masyarakat.

Menurut Mevrizal, Jumat Keliling dan Minggu Kasih tidak seharusnya dipandang hanya sebagai agenda rutin atau kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kedua program tersebut dapat menjadi sarana strategis untuk menyerap aspirasi, mendengarkan keluhan masyarakat, serta mendeteksi berbagai persoalan sosial dan keamanan sejak dini.

“Program Jumat Keliling dan Minggu Kasih patut diapresiasi karena membuka ruang perjumpaan langsung antara polisi dan masyarakat. Kehadiran polisi bukan hanya dibutuhkan ketika terjadi pelanggaran hukum atau gangguan keamanan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan ruang untuk menyampaikan aspirasi, memperoleh pelayanan, dan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi,” ujar Mevrizal.

POLISI BERSAMA MASYARAKAT, BUKAN SEKADAR SLOGAN

Mevrizal menegaskan, semangat Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan berhenti sebagai slogan atau pesan komunikasi kelembagaan.

Menurutnya, keberhasilan tugas kepolisian tidak hanya diukur dari penegakan hukum, tetapi juga dari kualitas pelayanan publik, profesionalisme personel, keterbukaan terhadap kritik, serta kemampuan membangun hubungan yang sehat dan saling percaya dengan masyarakat.

Program Jumat Keliling menjadi salah satu ruang untuk mempererat silaturahmi dan komunikasi dengan masyarakat Muslim. Sementara itu, Minggu Kasih membuka ruang dialog bersama masyarakat Kristiani. Melalui pendekatan tersebut, Polri memiliki kesempatan memperkuat komunikasi lintas komunitas, memahami kebutuhan warga, dan membangun kemitraan dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

Namun, Mevrizal mengingatkan bahwa keberhasilan program semacam ini harus dibuktikan melalui tindak lanjut yang konkret terhadap aspirasi dan pengaduan masyarakat.

“Jangan sampai kegiatan hanya berhenti pada kunjungan, pertemuan, dan dokumentasi. Yang paling penting adalah bagaimana aspirasi masyarakat ditampung, persoalan yang disampaikan ditindaklanjuti, dan warga benar-benar merasakan manfaat kehadiran polisi,” tegasnya.

APRESIASI HARUS DIIKUTI PELAYANAN DAN PENEGAKAN HUKUM YANG BERKEADILAN

Dalam pandangan Mevrizal, kedekatan Polri dengan masyarakat perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan, transparansi, akuntabilitas, pengawasan internal, serta penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan.

Kepercayaan publik tidak dapat dibangun hanya melalui slogan maupun kegiatan pendekatan sosial. Kepercayaan akan tumbuh apabila masyarakat merasa didengar, mendapatkan pelayanan yang layak, serta memperoleh kejelasan mengenai penanganan persoalan yang mereka laporkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, ia mendorong agar pelaksanaan Jumat Keliling dan Minggu Kasih disertai evaluasi berkala. Evaluasi tersebut penting untuk melihat sejauh mana kegiatan mampu meningkatkan kualitas komunikasi, mempercepat respons terhadap pengaduan, memperkuat kemitraan masyarakat, serta mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.

Menurutnya, pendekatan humanis dan ketegasan dalam penegakan hukum bukanlah dua hal yang bertentangan. Keduanya justru harus berjalan seimbang demi mewujudkan pelayanan kepolisian yang profesional, terpercaya, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

DINILAI SELARAS DENGAN SEMANGAT ASTA CITA PRESIDEN PRABOWO

Mevrizal juga menilai bahwa pendekatan kepolisian yang mengedepankan dialog, pelayanan publik, stabilitas keamanan, dan kepastian hukum memiliki relevansi dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan fondasi penting bagi keberhasilan pembangunan nasional. Masyarakat membutuhkan lingkungan yang aman, kepastian hukum, dan pelayanan publik yang dapat diandalkan agar aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, serta keagamaan dapat berjalan dengan baik.

Dalam konteks tersebut, program Jumat Keliling dan Minggu Kasih berpotensi memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat, sekaligus mendorong partisipasi warga dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial.

Meski demikian, manfaat program akan semakin terasa apabila pendekatan tersebut diikuti pelayanan yang konsisten, respons terhadap persoalan warga, serta penegakan hukum yang transparan dan tidak diskriminatif.

“Pembangunan membutuhkan situasi yang aman dan kondusif. Karena itu, kemitraan antara polisi dan masyarakat harus terus diperkuat. Ketika komunikasi terbangun dengan baik, persoalan dapat diketahui lebih awal dan potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi bersama,” ungkap Mevrizal.

KAPOLDA SUMBAR DAN JAJARAN DIHARAPKAN TERUS HADIR HINGGA KE NAGARI

Secara khusus, Ketua ARUN Sumbar tersebut mengapresiasi jajaran Polda Sumatera Barat, Polres, dan Polsek yang menjalankan fungsi pembinaan serta pelayanan masyarakat hingga tingkat kewilayahan.

Ia berharap semangat Polisi Bersama Masyarakat terus diwujudkan secara konsisten, termasuk di nagari dan daerah yang relatif jauh dari pusat pelayanan.

Menurutnya, masyarakat di wilayah pelosok juga berhak mendapatkan perhatian, akses komunikasi, dan pelayanan kepolisian yang profesional. Kehadiran aparat di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memperkuat silaturahmi, tetapi juga membantu mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Mevrizal menegaskan bahwa ARUN Sumatera Barat mengapresiasi berbagai upaya positif Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Pada saat yang sama, ia berharap setiap program pelayanan terus ditingkatkan melalui evaluasi, keterbukaan, dan komitmen terhadap kepentingan publik.

“Harapan kita, Jumat Keliling dan Minggu Kasih terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata. Masyarakat membutuhkan polisi yang hadir, mau mendengar, memberikan pelayanan yang baik, serta bertindak profesional dan adil dalam menjalankan tugas,” tutupnya.

Dengan demikian, Jumat Keliling dan Minggu Kasih diharapkan menjadi lebih dari sekadar kegiatan silaturahmi. Kedua program tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat, membangun kemitraan yang berkelanjutan, serta mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban yang kondusif demi kepentingan masyarakat dan pembangunan nasional.

INTELKRIMINAL.CO.ID — Independen, Tegas, Terpercaya.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *