GROBOGAN – Kesabaran warga Kampung Kedusan, RT 01 dan RT 03/RW 03, Kelurahan Wirosari, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, mulai memuncak. Kerusakan jalan lingkungan yang diduga dipicu aktivitas proyek pembangunan rumah pribadi hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan, sehingga memicu keresahan dan keluhan masyarakat.
Warga menilai fasilitas umum yang selama ini digunakan untuk aktivitas sehari-hari kini mengalami kerusakan cukup signifikan. Kondisi tersebut diduga terjadi akibat keluar masuk kendaraan pengangkut material proyek pembangunan rumah yang disebut-sebut milik Dasmen alias Baron, warga Jalan Jambu RT 02/RW 02 Kedusan.

Menurut sejumlah warga, jalan yang sebelumnya layak dilalui kini mengalami keretakan dan kerusakan di beberapa titik. Saat musim hujan, kondisi tersebut dikhawatirkan semakin membahayakan pengguna jalan, terutama anak-anak, lansia, dan pengendara roda dua.
“Kami bukan menolak pembangunan, tetapi jangan sampai kepentingan pribadi mengorbankan fasilitas umum yang digunakan masyarakat luas. Jalan ini dibangun untuk kepentingan bersama, bukan untuk dirusak tanpa ada pertanggungjawaban,” ujar salah seorang warga.
Kekecewaan masyarakat semakin bertambah karena hingga saat ini belum terlihat adanya langkah konkret untuk memperbaiki kerusakan yang diduga timbul akibat aktivitas proyek tersebut. Warga berharap pihak yang bertanggung jawab menunjukkan itikad baik dengan segera melakukan pemulihan jalan ke kondisi semula.
Ketua RT 03/RW 03 Kedusan, Eko Supriyadi, menegaskan bahwa warga lebih mengedepankan penyelesaian secara musyawarah. Namun apabila tidak ada tanggapan maupun upaya perbaikan, masyarakat akan mempertimbangkan langkah-langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami masih membuka ruang komunikasi dan penyelesaian secara baik-baik. Namun masyarakat juga memiliki hak untuk memperjuangkan fasilitas umum yang rusak dan meminta pertanggungjawaban pihak yang diduga menyebabkan kerusakan tersebut,” tegasnya.
Warga juga meminta perhatian Pemerintah Kelurahan Wirosari, Kecamatan Wirosari, serta instansi terkait agar turun langsung meninjau kondisi jalan dan memfasilitasi penyelesaian persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Masyarakat berharap persoalan ini tidak berlarut-larut karena menyangkut kepentingan umum. Mereka menegaskan bahwa pembangunan seharusnya membawa manfaat bagi lingkungan, bukan justru meninggalkan kerusakan yang menjadi beban warga sekitar.
Hingga berita Jilid II ini diterbitkan, pihak Dasmen alias Baron belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan dan tuntutan warga. Redaksi Intelkriminal.co.id masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh informasi yang berimbang sesuai Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
(Hendra | Intelkriminal.co.id)

















